Festival Berlabuh 2026 Bidik 30 Ribu Pengunjung, Budaya Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Deli Serdang

Daerah 14 Oct 2026 19:42 • 3 min read • 2 views • By Admin

Share berita ini

Festival Berlabuh 2026 Bidik 30 Ribu Pengunjung, Budaya Lokal Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Deli Serdang
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menekankan pentingnya pengembangan seni dan budaya multietnis sebagai daya tarik pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui Festival Berlabuh di Deli Serdang 2026. (Foto: Diskominfostan Deli Serdang)

RAKYATBERSUARANEWS.ID | LUBUK PAKAM - Festival Berlabuh di Deli Serdang 2026 ditargetkan menjadi ruang promosi seni dan budaya lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Dengan target hingga 30.000 pengunjung, festival yang memasuki tahun keempat ini diharapkan mampu memperluas daya tarik wisata daerah dan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menekankan pentingnya pengemasan seni tradisional secara kreatif dan profesional agar mampu menarik minat wisatawan tanpa kehilangan nilai autentik dan identitas budaya yang diwariskan.


Hal itu disampaikan Lom Lom saat menerima audiensi Yayasan Duta Wisata Deli Serdang di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (14/10/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Festival Berlabuh di Deli Serdang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29-31 Oktober 2026 di Lapangan Tengku Raja Muda, Lubuk Pakam.


Menurut Lom Lom, keberagaman budaya yang dimiliki Deli Serdang merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat daya tarik pariwisata. Kesenian dari berbagai etnis, seperti Jawa, Melayu, Karo, hingga Simalungun, dinilai memiliki peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas apabila dikemas dengan pertunjukan yang menarik.


"Kesenian multietnis, mulai dari Jawa, Melayu, Karo hingga Simalungun, memiliki potensi besar. Dengan pengemasan artistik yang baik, kesenian lokal kita bisa tampil menarik dan dikenal lebih luas," kata Lom Lom.


Namun, pengembangan festival budaya tidak cukup hanya berorientasi pada pertunjukan. Keterlibatan pelaku UMKM dan masyarakat sekitar juga menjadi faktor penting agar penyelenggaraan kegiatan memberikan manfaat ekonomi yang nyata.


Lom Lom mendorong panitia berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk mendukung kelancaran acara sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, festival diharapkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi produk lokal dan penguatan ekonomi kreatif.


Perwakilan Yayasan Duta Wisata Deli Serdang, Nur Hardiyanto Pakpahan, mengatakan Festival Berlabuh yang digelar sejak 2023 tersebut berhasil masuk dalam 125 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.


Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, festival ini menjadi wadah bagi seniman dan pelaku budaya untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan keberagaman tradisi Deli Serdang kepada masyarakat yang lebih luas.


"Berlabuh di Deli Serdang lahir dari inisiatif para alumni Duta Wisata untuk menyediakan ruang bagi seniman dan pelaku budaya lokal agar karya mereka semakin dikenal luas," ujar Nur Hardiyanto.


Festival tahun ini mengusung tema "Merawat Tradisi Lewat Seni yang Inklusif dan Berkelanjutan". Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari pertunjukan seni, program Belajar Bersama Maestro di museum, kunjungan ke desa wisata, hingga pengenalan kembali tradisi lokal, seperti munjung.


Panitia juga merancang penyelenggaraan yang lebih inklusif dengan menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas, termasuk juru bahasa isyarat Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Dari sisi lingkungan, festival diarahkan untuk mengurangi penggunaan dekorasi sekali pakai dan memanfaatkan bahan daur ulang.


Sebanyak 35-50 komunitas seni dan puluhan sukarelawan ditargetkan terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan sasaran pengunjung hingga 30.000 orang.


Target itu menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam penyelenggaraan festival. Selain jumlah pengunjung dan partisipasi komunitas, dampak terhadap kunjungan wisata, penjualan produk UMKM, serta keberlanjutan ruang bagi seniman lokal juga penting untuk melihat sejauh mana festival memberi manfaat bagi masyarakat Deli Serdang.


Dengan persiapan tersebut, Festival Berlabuh 2026 diharapkan tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga memperkuat ekosistem seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan. (SL)



(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles