Wabup Deli Serdang Dorong Regenerasi Pelestari Budaya Melayu, Sanggar Tamora 88 Jadi Sorotan

Daerah 14 Oct 2026 23:29 • 2 min read • 26 views • By Admin

Share berita ini

Wabup Deli Serdang Dorong Regenerasi Pelestari Budaya Melayu, Sanggar Tamora 88 Jadi Sorotan
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menghadiri peringatan Hari Kebudayaan 2026 bersama Sanggar Tamora 88 dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara di Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian dan pewarisan seni budaya Melayu kepada generasi muda. (Foto: Diskominfostan Deli Serdang)

RAKYATBERSUARANEWS.ID | TANJUNG MORAWA - Pelestarian seni dan budaya Melayu membutuhkan keterlibatan generasi muda agar tidak berhenti sebatas tradisi, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menegaskan pentingnya peran komunitas seni dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.


Hal itu disampaikan Lom Lom saat menghadiri peringatan Hari Kebudayaan 2026 bersama Sanggar Tamora 88 dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara di Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Rabu (14/10/2026).


Menurut Lom Lom, Sanggar Tamora 88 memiliki peran dalam mengembangkan seni budaya Melayu, mulai dari seni tari hingga musik gambus. Keberadaan sanggar tersebut dinilai menjadi salah satu ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sekaligus mempelajari kesenian tradisional.


"Sanggar Tamora 88 merupakan salah satu wujud kekayaan seni dan budaya Deli Serdang. Kita berharap generasi muda ikut terlibat agar kebudayaan Melayu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.


Ia menekankan, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, maestro, budayawan, komunitas seni, dan masyarakat agar warisan budaya tetap terpelihara serta dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.


Selain menjaga identitas daerah, pengembangan seni budaya juga dinilai berpotensi mendukung sektor pendidikan dan pariwisata. Karena itu, ruang bagi pelaku seni untuk berkarya dan memperkenalkan kebudayaan lokal perlu terus diperkuat.


Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara, Sukronedi, menyampaikan bahwa Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Deli Serdang, memiliki potensi budaya yang besar. Tradisi lokal dan keberadaan maestro budaya Melayu menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan seni budaya daerah.


Peringatan Hari Kebudayaan 2026 dilaksanakan serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Sejumlah kegiatan digelar, antara lain kunjungan kepada maestro budaya, pembuatan testimoni, pemeliharaan cagar budaya, pertunjukan seni, serta pengenalan budaya secara keliling.


Untuk tingkat nasional, kegiatan dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Sementara itu, peringatan Hari Kebudayaan 2026 tingkat Sumatera Utara dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Rumah Tjong A Fie, Medan.


Pelestarian budaya pada akhirnya tidak hanya bergantung pada keberadaan sanggar atau penyelenggaraan peringatan tahunan, tetapi juga pada kesinambungan pewarisan pengetahuan, keterampilan, dan kecintaan terhadap tradisi kepada generasi penerus. (SL)



(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News