Rumah Diterjang Puting Beliung, Fahri Menanti Negara Hadir: Pemko Medan dan Pemprov Sumut Diminta Turun Tangan

Daerah 24 Aug 2026 13:52 2 min read 5 views By Admin

Share berita ini

Rumah Diterjang Puting Beliung, Fahri Menanti Negara Hadir: Pemko Medan dan Pemprov Sumut Diminta Turun Tangan
Rumah Diterjang Puting Beliung, Fahri Menanti Negara Hadir: Pemko Medan dan Pemprov Sumut Diminta Turun Tangan

RAKYAT BERSUARA NEWS | MEDAN - Bencana datang dalam hitungan menit, tetapi dampaknya bisa dirasakan berbulan-bulan. Hal itu kini dialami Fahri Hardianto (42), warga Jalan Bajak IV Barat, Kelurahan Harjosari II, Kota Medan, yang rumahnya diterjang angin puting beliung pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 19.20 WIB.


Angin kencang tersebut mengakibatkan satu unit rumah milik Fahri rusak berat. Tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi keluarga kini membutuhkan perbaikan agar kembali layak dihuni. Di tengah kerusakan itu, Fahri tidak hanya berhadapan dengan persoalan bangunan.


Ia juga menunggu perhatian pemerintah. Fahri berharap pemerintah tidak berhenti pada pendataan korban, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi terhadap warga yang rumahnya terdampak bencana.


"Saya sangat berharap mendapat perhatian dari pemerintah. Saya berharap Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat membantu menyelesaikan perbaikan rumah saya yang rusak akibat bencana angin puting beliung," kata Fahri.


Bencana Selesai, Persoalan Korban Belum Bagi Fahri, persoalan justru dimulai setelah angin puting beliung berlalu.


Rumah yang rusak membutuhkan biaya untuk diperbaiki, sementara tidak semua korban bencana memiliki kemampuan ekonomi untuk menanggung sendiri seluruh kerugiannya.


Karena itu, Fahri berharap Wali Kota Medan Rico Waas dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberi perhatian terhadap kondisi yang dialaminya.


Ia meminta pemerintah melihat langsung kondisi rumahnya dan mengambil langkah konkret sesuai kewenangan serta mekanisme bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.


Harapan tersebut sederhana: rumah yang rusak dapat kembali diperbaiki sehingga dirinya dan keluarga memiliki tempat tinggal yang aman.


Menunggu Respons Pemerintah Peristiwa yang dialami Fahri sekaligus menguji seberapa cepat pemerintah merespons warga ketika bencana menghantam permukiman.


Bagi korban, bantuan bukan sekadar angka dalam laporan kerusakan. Bantuan berarti memastikan warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana seorang diri.


Fahri kini menunggu perhatian dari pemerintah daerah. Ia berharap Pemko Medan maupun Pemprov Sumut segera menindaklanjuti kondisi rumahnya, baik melalui verifikasi lapangan, pendataan kerusakan maupun bantuan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.


Sebab, bagi seorang warga yang rumahnya diterjang bencana, kehadiran pemerintah bukan hanya soal janji-melainkan seberapa cepat negara datang ketika rakyat membutuhkan pertolongan. (SL)


Rakyat Bersuara News akan berupaya mengonfirmasi kondisi korban dan meminta tanggapan dari pihak terkait mengenai penanganan rumah warga yang terdampak bencana tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News