PTP2WKSS Sumut Evaluasi Desa Ramunia I, Anggaran Rp100 Juta untuk Penanganan Stunting Jadi Sorotan

Daerah 09 Oct 2026 19:55 • 4 min read • 49 views • By Admin

Share berita ini

PTP2WKSS Sumut Evaluasi Desa Ramunia I, Anggaran Rp100 Juta untuk Penanganan Stunting Jadi Sorotan
Tim evaluasi Provinsi Sumatera Utara menilai pelaksanaan Program PTP2WKSS di Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (9/10/2026). Evaluasi mencakup pemberdayaan perempuan, peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta perbaikan lingkungan.

RAKYATBERSUARANEWS.ID | PANTAI LABU - Desa Ramunia I, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, menjalani evaluasi pelaksana terbaik Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (PTP2WKSS) tingkat Provinsi Sumatera Utara, Jumat (9/10/2026).


Evaluasi ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana program pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.


Sejumlah program menjadi bagian dari upaya pemberdayaan di desa tersebut, mulai dari dukungan terhadap program Satu Desa Satu Sarjana, bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH), hingga penanganan anak stunting dengan anggaran mencapai Rp100 juta yang dilaksanakan secara swakelola oleh kader dan Tim Penggerak PKK desa.


Namun, keberhasilan program PTP2WKSS tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kegiatan atau besarnya anggaran. Keberlanjutan program, ketepatan sasaran, serta manfaat yang benar-benar dirasakan keluarga penerima menjadi aspek penting dalam menilai dampak pembangunan di tingkat desa.


Tim evaluasi Provinsi Sumatera Utara dipimpin Budi Prayogi, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.


Bupati Asri Ludin Tambunan mengapresiasi Desa Ramunia I yang dipercaya mewakili Kabupaten Deli Serdang dalam evaluasi tingkat provinsi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang telah berlangsung sejak desa itu ditetapkan sebagai desa binaan PTP2WKSS pada 2022, disertai penguatan pembinaan oleh pemerintah kabupaten pada 2026.


Ia menilai berbagai program yang dijalankan menunjukkan kemajuan dalam tata kelola pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, ia berharap seluruh program tersebut tidak berhenti pada pemenuhan indikator evaluasi, tetapi berlanjut dan memberikan manfaat bagi warga.


"Ini merupakan kemajuan dan perbaikan tata kelola pemerintahan desa yang sudah ditunjukkan dengan baik. Saya berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil yang baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Asri Ludin.


Perempuan Jadi Penggerak Pembangunan Desa

Bupati menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga sekaligus menggerakkan pembangunan di tingkat desa.Peran tersebut tidak terbatas pada pengelolaan rumah tangga, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, kegiatan Posyandu, dan pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Karena itu, dukungan pemerintah desa dan kabupaten dinilai perlu terus diperkuat agar pemberdayaan perempuan tidak sekadar menjadi agenda program, melainkan berkembang menjadi kekuatan yang mendorong kemandirian keluarga dan kesejahteraan masyarakat.


Bupati berharap Desa Ramunia I dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Deli Serdang apabila mampu menunjukkan hasil pelaksanaan program yang baik dan berkelanjutan.


Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan, menekankan pentingnya menjadikan evaluasi sebagai instrumen untuk memastikan program PTP2WKSS berjalan sesuai tujuan.


Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga tidak semestinya hanya terlihat saat penilaian berlangsung.Program harus tetap berjalan setelah evaluasi selesai, sehingga dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.


Ia berharap pelaksanaan PTP2WKSS mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera.


Evaluasi Menyasar Dampak Program Ketua tim evaluasi, Budi Prayogi, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, TP PKK, dan masyarakat.


Penilaian mencakup sejumlah aspek, antara lain peningkatan kesejahteraan keluarga, penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana lingkungan.


Menurut Budi, evaluasi tersebut diarahkan untuk melihat sejauh mana berbagai program yang telah dilaksanakan mampu membawa perubahan bagi masyarakat, terutama keluarga yang rentan dari sisi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan laporan pelaksanaan PTP2WKSS oleh kepala desa, Ketua TP PKK Desa Ramunia I, dan perwakilan warga binaan kepada tim evaluasi provinsi. Penyerahan dilakukan dengan didampingi Bupati Deli Serdang dan Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang.


Hasil evaluasi diharapkan tidak hanya menentukan capaian Desa Ramunia I dalam kompetisi tingkat provinsi, tetapi juga menjadi tolok ukur keberlanjutan program pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di tingkat desa.( SL)


Sumber: Diskominfostan Deli Serdang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News