BKSAP DPR RI Dorong Sapu Lidi Deli Serdang Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi, Bidik Pasar Internasional

Daerah 27 Oct 2026 18:24 • 5 min read • 1 views • By Admin

Share berita ini

BKSAP DPR RI Dorong Sapu Lidi Deli Serdang Jadi Instrumen Diplomasi Ekonomi, Bidik Pasar Internasional
Produk sapu lidi berbahan limbah pelepah kelapa sawit asal Kabupaten Deli Serdang yang telah menembus pasar ekspor mendapat perhatian BKSAP DPR RI. Produk tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai instrumen diplomasi ekonomi untuk memperluas pengenalan produk lokal Indonesia di pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha. (Foto: Diskominfostan Deli Serdang)

RAKYATBERSUARANEWS.ID | LUBUK PAKAM - Produk sapu lidi berbahan limbah pelepah kelapa sawit asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang telah menembus pasar ekspor, mendapat perhatian Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI. Produk berbasis potensi lokal tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai instrumen diplomasi ekonomi Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat.

Gagasan diplomasi sapu lidi itu disampaikan Ketua BKSAP DPR RI dari Komisi I, Syahrul Aidi Maazat, dalam kunjungan kerja di Aula Cendana Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (27/10/2026).

Melalui gagasan tersebut, BKSAP mendorong agar produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia tidak hanya dipasarkan melalui jalur perdagangan konvensional, tetapi juga diperkenalkan dalam berbagai kegiatan diplomatik dan kunjungan bilateral ke negara-negara sahabat.

Syahrul menilai, sapu lidi berbahan limbah pelepah kelapa sawit merupakan contoh konkret pemanfaatan sumber daya lokal yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru. Bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai jual, membuka peluang usaha, serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan masyarakat di sekitar perkebunan.

"Kalau kita memanfaatkan ini, berarti ada nilai tambah bagi masyarakat petani sawit dan sekitarnya untuk meningkatkan ekonomi mereka. Tadinya sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Menurut Syahrul, pendekatan diplomasi melalui produk lokal dapat menjadi salah satu cara memperluas pengenalan produk Indonesia di pasar global. Sapu lidi, yang selama ini identik dengan kebutuhan rumah tangga, dinilai berpotensi menjadi produk promosi sekaligus cenderamata dalam kegiatan diplomatik.

"Kalau selama ini cenderamata dalam kegiatan diplomatik biasanya berupa kopi atau produk lainnya, sesekali kita bisa memperkenalkan sapu lidi. Kita ingin produk lokal Indonesia semakin dikenal dan bisa mendunia," tambahnya.

Tak hanya mendorong promosi produk, BKSAP DPR RI juga menyatakan kesiapan memfasilitasi komunikasi dengan kedutaan negara-negara sahabat di Jakarta. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang penjajakan kerja sama perdagangan, memperluas jaringan pemasaran, hingga mengembangkan hubungan antardaerah melalui skema sister city.

Syahrul menegaskan, pengembangan potensi daerah perlu disertai perubahan perspektif bahwa produk lokal memiliki peluang untuk bersaing dan menjangkau pasar internasional.

"Kita ingin mengajak Deli Serdang mengubah cara pandang bahwa daerah ini bukan hanya bagian dari Indonesia, tetapi juga bagian dari dunia. Karena itu, produk-produk yang dihasilkan masyarakat harus mulai diarahkan untuk mampu menembus pasar internasional," terangnya.

BUPATI DORONG KONSOLIDASI UMKM DAN PETANI SAWIT

Menanggapi dukungan BKSAP DPR RI, Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyambut positif gagasan diplomasi sapu lidi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan UMKM dan mengoptimalkan potensi perkebunan kelapa sawit agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Kami berterima kasih atas dukungan BKSAP DPR RI yang ikut mendorong ekspor produk lokal. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghimpun UMKM dan petani kelapa sawit, mulai dari skala kecil hingga besar, dalam sebuah komunitas agar pengembangannya lebih terarah," ujarnya.

Asri Ludin mengatakan, pembentukan komunitas UMKM dan petani kelapa sawit diharapkan mampu memperkuat koordinasi, memudahkan pembinaan, serta mendorong pengembangan usaha secara lebih terstruktur.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan petani dinilai penting agar potensi yang selama ini tersebar dapat dikelola secara lebih terintegrasi. Dengan demikian, pengembangan produk tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, penguatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pasar.

Bupati berharap dukungan BKSAP DPR RI dapat berlanjut pada langkah konkret untuk menjembatani kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor. Dengan terbukanya akses pasar yang lebih luas, produk lokal Deli Serdang diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

"Kami berharap BKSAP dapat membantu menjembatani kerja sama dengan negara-negara tujuan agar produk masyarakat Deli Serdang mendapat peluang pasar yang lebih luas. Dengan begitu, potensi yang kita miliki bisa memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

KUALANAMU DINILAI PERKUAT POSISI STRATEGIS DELI SERDANG

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi V, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, menilai Deli Serdang memiliki potensi strategis untuk terus berkembang, terutama didukung keberadaan Bandara Internasional Kualanamu.

Keberadaan bandara tersebut menjadi salah satu faktor pendukung konektivitas Sumatera Utara dengan berbagai wilayah, yang berpotensi dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi, memperluas jejaring usaha, dan mendukung pengembangan produk unggulan daerah.

Ijeck juga mengapresiasi upaya pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mendorong kreativitas dan inovasi sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

"Deli Serdang ini memiliki potensi luar biasa karena menjadi salah satu daerah terdepan di Sumatera Utara, didukung keberadaan Bandara Kualanamu. Saya melihat Bupati Asri Ludin Tambunan mulai menggerakkan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan pembangunan daerah," ujarnya.

Ia berharap berbagai potensi yang dimiliki Deli Serdang dapat terus dioptimalkan melalui pengembangan inovasi, penguatan UMKM, serta perluasan manfaat pembangunan bagi berbagai kelompok masyarakat.

Dukungan BKSAP DPR RI, komitmen pemerintah daerah, dan keterlibatan pelaku usaha diharapkan menjadi modal penting untuk memperluas peluang pemasaran produk unggulan Deli Serdang. Pengembangan sapu lidi berbahan limbah pelepah kelapa sawit juga dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Dengan dukungan promosi, penguatan kelembagaan usaha, dan perluasan akses pasar, produk lokal Deli Serdang diharapkan semakin kompetitif di pasar internasional serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Sekretaris Daerah Dedi Maswardy, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Hadir pula delegasi BKSAP DPR RI yang dipimpin Syahrul Aidi Maazat, bersama Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Sigit Purnomo, Fathi, Faujia Helga Br. Tampubolon, Didik Haryadi, Himmatul Aliyah, Anisah Syakur, Habib Idrus Salim Aljufri, Dewi Coryati, tenaga ahli, dan staf. (SL)

(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles