Bobby Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, Warga Diminta Tak Kembali ke Zona Bahaya

Daerah 02 Sep 2026 16:42 4 min read 3 views By Admin

Share berita ini

Bobby Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, Warga Diminta Tak Kembali ke Zona Bahaya
Bobby Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, Warga Diminta Tak Kembali ke Zona Bahaya

RAKYAT BERSUARA NEWS - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung tetap terpenuhi selama menjalani masa pengungsian.


Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata Bobby, terus memperkuat penanganan darurat, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya berada di kawasan zona merah aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.


Bobby meninjau langsung kondisi para pengungsi di Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa, 1 September 2026.


Peninjauan dilakukan setelah Bobby memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung.


Evakuasi Warga di Zona Merah Jadi Prioritas

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memprioritaskan evakuasi masyarakat yang berada di kawasan berbahaya atau zona merah erupsi Gunung Sinabung.


Salah satu wilayah yang menjadi fokus evakuasi adalah Desa Kuta Tengah. Dari sekitar 600 penduduk desa tersebut, sebanyak 280 jiwa telah dievakuasi secara bertahap ke Pos Pengungsian Suka Tepu.


Dalam dialog dengan warga, Bobby meminta masyarakat tetap bersabar dan mematuhi seluruh arahan pemerintah serta petugas di lapangan.


Ia secara khusus mengingatkan warga agar tidak kembali ke rumah sebelum ada keputusan resmi yang menyatakan wilayah tersebut aman untuk ditempati.


Menurut Bobby, keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.


Pemprov Pastikan Pengungsi Tidak Kekurangan Kebutuhan Dasar

Bobby menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjamin pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga terdampak selama berada di pengungsian.


Langkah itu dilakukan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memastikan para pengungsi merasa aman dan nyaman sehingga tidak terdorong kembali ke kawasan yang masih berpotensi membahayakan keselamatan.


"Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya," ujar Bobby.


Pemerintah, lanjut Bobby, akan memastikan standar kelayakan fasilitas pengungsian terpenuhi. Ketersediaan tempat tidur, tikar dan selimut menjadi perhatian utama.


Pasokan air bersih juga dipastikan tersedia, sementara penerangan dan kebersihan fasilitas sanitasi terus ditingkatkan. Pemerintah juga menjamin kebutuhan makanan dan minuman bagi masyarakat yang mengungsi tetap terpenuhi.


Armada pendukung telah disiagakan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok dapat berjalan secara berkelanjutan selama masa penanganan darurat.


Bus Sekolah dan Pengamanan Ladang Disiapkan

Selain memenuhi kebutuhan dasar, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga aktivitas masyarakat yang terdampak pengungsian.


Bobby mengatakan pemerintah akan menyediakan bus angkutan khusus bagi anak-anak sekolah yang harus menjalani aktivitas pendidikan dari lokasi pengungsian.


Langkah tersebut dilakukan agar proses belajar anak-anak tidak sepenuhnya terhenti akibat situasi darurat erupsi.


Di sisi lain, Bobby meminta personel TNI dan Polri disiagakan untuk membantu menjaga ladang serta hewan ternak yang ditinggalkan masyarakat.


Menurutnya, persoalan keamanan harta benda dan ternak menjadi salah satu kekhawatiran utama warga ketika harus meninggalkan rumah dalam situasi darurat.


Dengan adanya pengamanan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani masa pengungsian dengan lebih tenang.


Warga juga diharapkan tidak mengambil risiko dengan kembali ke kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya hanya untuk memeriksa rumah, ladang maupun ternak.


Status Sinabung Masih Siaga

Sementara itu, Kepala Pos PGA Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM, Armen Putra, meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.


Aktivitas Gunung Sinabung, kata dia, hingga saat ini masih berada pada Status Level III atau Siaga.


Armen menegaskan, pengosongan kawasan permukiman yang berada di wilayah rawan merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat aktivitas vulkanik.


Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Sinabung terus dilakukan secara intensif melalui pengamatan visual maupun aktivitas kegempaan.


Evaluasi terhadap kondisi gunung api tersebut akan menjadi dasar bagi Badan Geologi dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penyesuaian status aktivitas vulkanik apabila kondisi menunjukkan perkembangan yang lebih stabil.


Namun hingga saat ini, masyarakat diminta tetap mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan pemerintah dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya.


Di tengah ketidakpastian aktivitas Gunung Sinabung, pemerintah menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.


Bagi masyarakat yang kini berada di pengungsian, pesan pemerintah jelas: bertahan di tempat yang aman, mengikuti arahan petugas, dan tidak kembali ke zona bahaya sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman.(SL) 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles