Pesan Tegas Rico Waas untuk Pejabat Pengawas di Pelatihan Kepimpinan: Hargai Waktu, Cepat Merespons, Layani Masyarakat
RAKYAT BERSUARA NEWS.ID - Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan kepemimpinan tidak semata-mata berbicara tentang jabatan maupun jenjang karier.
Bagi Rico, kepemimpinan harus dibuktikan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan aparatur memberikan pelayanan terbaik dan merespons cepat persoalan yang dihadapi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Rico saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Tahun 2026 di Aula BBPPMPV-BBL, Jalan Setia Budi, Helvetia, Medan, Senin (31/8/2026). Hadir dalam pertemuan tersebut, Perwakilan BKDPSDM Provinsi Sumut, Kepala BBPPMPV-BBL, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Kepala BKDPSDM Kota Medan, Subhan Fajri dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan serta Camat.
Menurut Rico Waas, seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh dalam hal-hal mendasar, termasuk menghargai waktu, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta peka terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Basic dari kepemimpinan adalah bagaimana kita menghargai waktu. On time dan menghargai waktu itu sangat penting dalam kepemimpinan. Beda satu atau dua menit saja bisa membedakan banyak hal,” ujar Rico Waas.
Rico Waas juga menekankan bahwa kualitas kepemimpinan terlihat dari seberapa cepat dan tepat seorang aparatur merespons persoalan.
Pemimpin, katanya, tidak boleh hanya menunggu masalah terjadi, tetapi harus mampu membaca situasi, mengidentifikasi risiko, dan mengambil tindakan sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar. “Ketika ada masalah, kapan response time kita?
Apakah menunggu atau bersiap melihat ada risiko?
Kita harus mampu mengukur risiko dan menentukan kapan harus merespons. Di situ juga perlu kecepatan dan ketepatan waktu,” kata Rico Waas.
Selanjutnya Rico Waas pun mengingatkan para peserta agar tidak memaknai pelatihan kepemimpinan sekadar sebagai tahapan untuk mengejar karier atau kenaikan jabatan. Pelatihan harus menjadi momentum untuk membentuk aparatur yang memiliki kapasitas lebih baik dan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan publik.
“Masuklah ke sini karena ingin memastikan diri sendiri menjadi lebih baik, meningkat secara kapasitas, dan menjadi abdi negara yang lebih baik lagi. Kita mengabdi kepada bangsa, negara, dan masyarakat,” tegas Rico Waas.
Rico Waas bahkan meminta sejumlah peserta maju ke depan untuk memaparkan aksi perubahan yang akan dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menguji sejauh mana peserta mampu berpikir cepat, berani mengambil keputusan, sekaligus memastikan inovasi yang dirancang benar-benar memiliki manfaat.
Ia mengingatkan agar inovasi tidak berhenti pada penciptaan aplikasi atau sistem baru yang pada akhirnya tidak digunakan.
“Jangan membuat sesuatu yang tidak ada gunanya. Kalau kita hanya menciptakan QR code atau membuat banyak aplikasi, tetapi tidak bisa digunakan dan dijalankan, untuk apa? Yang harus dipikirkan adalah bagaimana orang bisa menggunakan dan menjalankan sistem tersebut,” ujar Rico Waas.
Lebih jauh, Rico Waas meminta pejabat pengawas tidak meremehkan persoalan-persoalan sederhana di wilayah kerja. Menurutnya, kepemimpinan justru dapat terlihat dari kemampuan aparatur menyelesaikan berbagai masalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
“Hal-hal yang kita anggap kecil dan sederhana jangan diabaikan. Kita bicara tentang pelatihan kepemimpinan, tetapi hal-hal paling sederhana seperti waktu dan kebersihan saja belum bisa kita jalankan dengan baik,” jelas Rico Waas.
Rico Waas juga menegaskan, seluruh aparatur memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kepercayaan masyarakat, mulai dari wali kota, kepala perangkat daerah, camat hingga lurah.
“Masyarakat sudah memberikan kepercayaan dan amanah kepada kita. Tunjukkan kepada masyarakat sehingga mereka tidak merasa rugi telah memberikan kepercayaan kepada kita,” ucap Rico Waas.
Rico Waas juga mendorong aparatur memanfaatkan media sosial untuk mengomunikasikan kinerja dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan bukan hanya diukur dari apa yang dikerjakan di dalam kantor, tetapi juga dari seberapa nyata dampaknya dirasakan masyarakat.
Ia menyebut persoalan seperti kebersihan, lampu jalan, infrastruktur hingga banjir harus menjadi perhatian aparatur. Penyelesaian persoalan-persoalan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian sekaligus cerminan kualitas kepemimpinan di lapangan. Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Medan Subhan Fajri Harahap menyampaikan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural pejabat pengawas dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. Pelatihan diikuti 30 pejabat pengawas dari badan dan dinas, Sekretariat DPRD, RSUD Haji Baktiar Jafar, Satuan Polisi Pamong Praja, serta kecamatan dan kelurahan. Kegiatan difasilitasi BPSDM Provinsi Sumatera Utara dan berlangsung 24 Juli hingga 18 November 2026 dengan metode blended learning selama 104 hari atau 905 jam pelajaran.
Subhan berharap peserta mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat kolaborasi, serta menghasilkan inovasi dan aksi perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi unit kerja masing - masing. (SL)
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles