Deli Serdang Siapkan Dukungan Modal dan Pemasaran Usaha Briket Biomassa untuk Buka Lapangan Kerja

Daerah 24 Oct 2026 19:23 • 4 min read • 1 views • By Admin

Share berita ini

Deli Serdang Siapkan Dukungan Modal dan Pemasaran Usaha Briket Biomassa untuk Buka Lapangan Kerja
Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, mendorong pengembangan usaha briket berbahan baku biomassa melalui dukungan peralatan dan fasilitasi pemasaran bagi kelompok masyarakat serta BUMDes yang siap berproduksi. Program ini diharapkan membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperluas kesempatan kerja di Kabupaten Deli Serdang. (Foto: Diskominfostan Deli Serdang)

RAKYATBERSUARANEWS.ID | LUBUK PAKAM - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong pengembangan usaha berbasis biomassa sebagai salah satu upaya membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi pengangguran. Kelompok masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai siap mengembangkan usaha pengolahan biomassa berpeluang mendapatkan dukungan peralatan, akses permodalan, hingga fasilitasi pemasaran.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, dalam pelatihan pembuatan briket berbahan baku tempurung kelapa yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang di Balai Latihan Kerja (BLK), Lubuk Pakam, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Bupati, pengembangan briket biomassa tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan limbah pertanian, tetapi juga diarahkan untuk membangun kegiatan ekonomi produktif yang dapat memberikan penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat.

"Setelah terbentuk komunitas dan ada kesiapan untuk bekerja, kita akan bantu peralatan dan menyiapkan pemasarannya. Kita ingin usaha ini menghasilkan pendapatan tambahan, bahkan menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat," ujar Asri Ludin Tambunan.

Ia mengatakan, Deli Serdang memiliki sejumlah potensi bahan baku biomassa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, antara lain tempurung kelapa, sekam padi, sabut kelapa, dan cangkang sawit.

Namun, menurutnya, pengembangan usaha tersebut harus disertai kesiapan kelompok pelaksana, ketersediaan bahan baku, perencanaan kebutuhan peralatan dan modal, serta kepastian akses pasar. Karena itu, dukungan pemerintah akan diarahkan kepada kelompok yang memiliki potensi dan keseriusan untuk menjalankan usaha secara produktif.

Bupati meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama DLH mengidentifikasi kelompok masyarakat dan BUMDes yang berpotensi mengembangkan usaha tersebut. Kelompok yang berminat juga diminta menyiapkan pemetaan bahan baku, kebutuhan peralatan, tenaga kerja, modal usaha, serta peluang pemasaran.

"Saat ini kami sedang menyusun R-APBD. Sampaikan usulannya agar masuk dalam penyusunan anggaran tahun depan. Kami juga siap memfasilitasi akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai kebutuhan dengan subsidi bunga yang dibayarkan oleh pemda," katanya.

Asri Ludin menegaskan, bantuan peralatan dan fasilitasi permodalan harus diberikan secara selektif agar benar-benar mendorong kegiatan usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Bantuan harus tepat sasaran. Kita menggunakan uang masyarakat, sehingga peralatan dan modal yang diberikan harus benar-benar mendukung usaha produktif dan menciptakan lapangan kerja," tegasnya.

Pemkab Deli Serdang akan memprioritaskan kelompok yang dinilai siap berproduksi dan memiliki peluang pemasaran. Apabila model usaha tersebut menunjukkan hasil yang baik, pengembangannya diharapkan dapat diperluas melalui pelatihan dan pendampingan lanjutan, termasuk menjajaki peluang pasar ekspor.

Olah Biomassa Jadi Produk Bernilai Tambah

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) di Grha Bhinneka Perkasa Jaya yang membahas optimalisasi sumber daya alam desa untuk mendukung swasembada energi. Dalam forum tersebut, PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan potensi biomassa sebagai sumber energi.

Pelatihan menghadirkan Prof. Soni Sisbudi Harsono, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur, sebagai narasumber. Selain memperoleh materi mengenai pemanfaatan biomassa, peserta juga mengikuti praktik pembuatan briket dari tempurung kelapa.

Soni menjelaskan, biomassa yang berasal dari bahan organik dan sisa hasil pertanian berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah. Pemanfaatannya dapat membuka peluang usaha baru apabila didukung ketersediaan bahan baku, teknologi pengolahan, kapasitas produksi, dan akses pasar yang memadai.

Selain briket, sabut kelapa juga dapat diolah menjadi cocofiber atau serat kelapa untuk berbagai kebutuhan industri, serta cocopeat yang digunakan sebagai media tanam.

"Selain briket, sabut kelapa juga dapat diolah menjadi cocofibre untuk berbagai kebutuhan dan cocopeat sebagai media tanam yang memiliki potensi pasar," ujarnya.

Pengolahan biomassa, lanjutnya, dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengelolaan yang tepat, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha produktif berbasis sumber daya lokal.

Melalui program ini, Pemkab Deli Serdang berharap potensi biomassa dapat berkembang menjadi peluang ekonomi baru di tingkat desa. Sinergi antara pemerintah daerah, kelompok masyarakat, BUMDes, dan pihak terkait diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga terbentuknya unit usaha yang mampu berproduksi dan menjangkau pasar.

Dengan demikian, pemanfaatan biomassa diharapkan tidak hanya mendukung pengembangan energi alternatif, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Deli Serdang. (SL)

(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles