PEMKAB DELI SERDANG SIAPKAN 3 ALAT PERINGATAN DINI PADA 2027, MITIGASI BENCANA DIPERKUAT

Daerah 30 Oct 2026 15:38 • 3 min read • 2 views • By Admin

Share berita ini

PEMKAB DELI SERDANG SIAPKAN 3 ALAT PERINGATAN DINI PADA 2027, MITIGASI BENCANA DIPERKUAT
Pemkab Deli Serdang merencanakan pengadaan tiga unit Early Warning System (EWS) pada 2027 untuk memperkuat deteksi dini dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, serta bencana geohidrometeorologi lainnya. (Foto: Diskominfostan Deli Serdang)

RAKYATBERSUARANEWS.ID | LUBUK PAKAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana geohidrometeorologi. Sebanyak tiga unit Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini direncanakan akan diadakan pada 2027 untuk mendeteksi potensi bencana sekaligus mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Rencana tersebut menjadi bagian dari penguatan mitigasi bencana yang tidak hanya bertumpu pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga pada kesiapan menghadapi risiko sejak dini. Ancaman banjir, tanah longsor, hingga angin kencang membutuhkan langkah antisipasi yang terencana, dukungan teknologi, serta koordinasi lintas sektor.

Penguatan kesiapsiagaan itu turut dilakukan melalui kegiatan In House Training (IHT) Geohidrometeorologi yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Deli Serdang, Dedi Maswardy, di Aula Cendana Lantai II Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (30/10/2026).

Dalam arahannya, Dedi menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak boleh hanya menjadi respons setelah bencana terjadi. Pemerintah daerah harus membangun kesiapan sejak awal melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan kapasitas aparatur, edukasi masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi peringatan dini.

"Mitigasi bencana harus kita persiapkan sebelum bencana terjadi. Karena itu, diperlukan kesiapan dari seluruh jajaran pemerintah, baik melalui pembenahan infrastruktur, peningkatan pengetahuan maupun pemanfaatan teknologi peringatan dini," ujarnya.

Menurut Dedi, mitigasi struktural perlu diwujudkan melalui langkah konkret, seperti memperbaiki saluran drainase, melakukan pengerukan sungai, serta memperkuat penghijauan di kawasan bantaran sungai dan lingkungan permukiman.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, terutama banjir yang dapat mengancam permukiman warga ketika curah hujan meningkat.

Ia menyebutkan, Bupati Deli Serdang telah menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk melakukan berbagai pembenahan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

Namun, penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kesiapsiagaan masyarakat juga harus diperkuat melalui edukasi, peningkatan pengetahuan, dan pemahaman mengenai langkah penyelamatan ketika bencana terjadi.

Karena itu, peserta pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pribadi, tetapi juga meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing hingga tingkat desa.

Terkait pengadaan EWS, Dedi menjelaskan, tiga unit perangkat tersebut direncanakan ditempatkan di Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan Hamparan Perak, serta satu lokasi lainnya yang masih akan ditentukan berdasarkan kebutuhan.

Kehadiran sistem peringatan dini tersebut diharapkan mampu membantu mendeteksi potensi ancaman bencana lebih awal sehingga masyarakat memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi dan penyelamatan.

"Kita harus memiliki kesiapan dalam menghadapi kemungkinan bencana. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap dampak bencana dapat diminimalkan, termasuk mengurangi jumlah korban jiwa dan kerugian yang ditimbulkan," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, melaporkan bahwa IHT Geohidrometeorologi tersebut diikuti 93 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta unsur potensi kebencanaan.

Menurut Mukti, kegiatan tersebut bertujuan membangun pemahaman komprehensif mengenai fenomena geohidrometeorologi, memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kecepatan respons dalam kondisi darurat, serta merumuskan strategi mitigasi berbasis data yang akurat.

Ia menambahkan, dinamika cuaca dan potensi bencana belakangan ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih terarah serta koordinasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan.

"Kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman teknis, mempertajam analisis, serta menyamakan langkah dalam membangun sistem peringatan dini dan mitigasi bencana," ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang, Rasmid, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Deli Serdang, Zainal Abidin Hutagalung, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.(SL)

(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News