Wabup Deli Serdang Tegaskan: 10 Ribu Pohon Tak Boleh Berhenti pada Seremoni Penanaman
RAKYATBERSUARANEWS.ID | PANCUR BATU - Penanaman 10 ribu pohon di Kampus II Universitas Sumatera Utara (USU), Kwala Bekala, Pancur Batu, tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial. Perawatan dan keberlanjutan menjadi kunci agar penghijauan benar-benar memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, saat menghadiri program New Home-Pass, New Tree 2026, Kamis (29/10/2026).
Menurut Lom Lom, keberhasilan program penghijauan tidak semata-mata diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi dari kemampuan menjaga dan merawatnya hingga tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sebanyak 10 ribu pohon jenis Multi-Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman serbaguna ditanam di lahan seluas kurang lebih lima hektare. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Fakultas Kehutanan USU, PT Adi Askara Bumi/Pertamina Foundation, dan PT Link Net Tbk.
"Harapan kita, pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, perlu kepedulian dan kerja sama untuk merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan generasi mendatang," ujar Lom Lom.
Ia menegaskan, penghijauan bukan sekadar memperbanyak jumlah tanaman, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas udara, ketersediaan air, serta keseimbangan ekosistem.
Karena itu, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diminta mengambil peran nyata. Tanpa pemeliharaan dan keterlibatan berkelanjutan, penanaman pohon berisiko tidak menghasilkan dampak lingkungan sebagaimana yang diharapkan.
"Kita ingin Deli Serdang tumbuh menjadi daerah yang maju dengan lingkungan yang tetap terjaga. Pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam agar kemajuan yang kita raih hari ini tidak mengurangi kualitas hidup generasi yang akan datang," tegasnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Deli Serdang, yakni Sehat, Cerdas, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan. Kelestarian lingkungan menjadi salah satu unsur penting dalam menopang kualitas hidup masyarakat sekaligus keberlanjutan pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Rektor III USU Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Himsar Ambarita, yang hadir mewakili Rektor USU, Murianto Amin, menyoroti pentingnya peran pohon dalam menyerap dan menyimpan karbon.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan kawasan hijau, tetapi juga menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dekan Fakultas Kehutanan USU, Arida Susilowati, menjelaskan bahwa gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-12 Fakultas Kehutanan USU dan peringatan ke-27 Program Studi Kehutanan USU.
Menurut Arida, persoalan lingkungan membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Perguruan tinggi memiliki peran melalui ilmu pengetahuan dan riset, pemerintah melalui kebijakan, dunia usaha melalui inovasi dan dukungan, sedangkan masyarakat melalui partisipasi langsung.
Di sisi lain, CEO sekaligus President Director PT Link Net Tbk, Kanishka Wickrama, menjelaskan bahwa program New Home-Pass, New Tree merupakan bentuk integrasi antara pengembangan infrastruktur digital dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Ia memaparkan, sepanjang 2025 perusahaan telah menanam lebih dari 22 ribu pohon di tujuh lokasi yang tersebar di enam provinsi. Pada 2026, PT Link Net Tbk menargetkan penanaman 50 ribu pohon di delapan lokasi.
Kanishka juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup dilihat dari angka penanaman. Pemeliharaan menjadi faktor penting agar pohon yang ditanam mampu bertahan hidup dan memberikan manfaat ekologis secara berkelanjutan.
Penanaman 10 ribu pohon di kawasan Kampus II USU tersebut menjadi salah satu upaya memperluas penghijauan di Deli Serdang. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada keberlanjutan perawatan, pengawasan, dan komitmen seluruh pihak untuk memastikan ribuan pohon itu benar-benar tumbuh.
Sebab, keberhasilan penghijauan bukan ditentukan oleh berapa banyak pohon yang ditanam dalam satu hari, melainkan berapa banyak yang mampu tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan di masa depan.(SL)
(Diskominfostan Deli Serdang)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles