Rico Waas , Jangan Tunggu Harga Naik Baru TPID Bergerak

Daerah 04 Sep 2026 00:02 4 min read 146 views By Admin

Share berita ini

Rico Waas , Jangan Tunggu Harga Naik Baru TPID Bergerak
Rico Waas , Jangan Tunggu Harga Naik Baru TPID Bergerak

RAKYAT BERSUARA NEWS.ID - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan untuk bergerak lebih dini dalam mengendalikan inflasi dan mengantisipasi deflasi.


Menurut Rico, langkah pengendalian harga tidak boleh dilakukan setelah persoalan muncul dan masyarakat mulai merasakan dampaknya. TPID harus bekerja secara antisipatif dengan menjadikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan serta memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan.


Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi saat membuka kegiatan Capacity Building Anggota TPID Kota Medan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Tanggung Jawab dalam Pengendalian Inflasi dan Deflasi Kota Medan, Kamis (3/9/2026), di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.


Rico menegaskan, persoalan harga merupakan isu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.Karena itu, anggota TPID harus memahami dinamika inflasi dan deflasi, termasuk faktor penyebab serta dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap perekonomian.


Menurutnya, setiap kebijakan pengendalian harus disusun berdasarkan data dan informasi terkini agar langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.


Inflasi yang terlalu tinggi, kata Rico, dapat menekan daya beli masyarakat. Sementara deflasi yang terjadi secara luas dan berlangsung terus-menerus juga perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi indikasi melemahnya permintaan dan aktivitas ekonomi.


"Jangan sampai kita baru bergerak ketika harga sudah naik dan masyarakat sudah mengeluh," kata Rico Waas.


Untuk itu, ia meminta TPID Kota Medan memperkuat berbagai aspek pengendalian, mulai dari keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, hingga komunikasi yang efektif kepada masyarakat.


Potensi kekurangan pasokan, menurutnya, harus dapat diidentifikasi lebih awal. Begitu pula dengan gangguan distribusi yang harus segera diketahui penyebabnya agar dapat ditangani sebelum berdampak lebih luas terhadap pergerakan harga.


Rico juga berharap data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dapat menjadi salah satu dasar penting dalam melakukan analisis dan merumuskan kebijakan strategis pemerintah daerah.


Hasil analisis tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program pengendalian inflasi dan antisipasi deflasi yang lebih tepat sasaran.


Perkuat Sinergi Lintas Sektor


Rico Waas menegaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah secara sendiri-sendiri. Menurutnya, stabilitas harga membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Medan dengan berbagai lembaga serta pemangku kepentingan.


Pemko Medan, kata dia, perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lain, Bank Indonesia, BPS, Perum Bulog, pelaku usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), kalangan akademisi, serta unsur terkait lainnya.


"Jangan kita bekerja sendiri-sendiri karena data harus tersambung, informasi harus cepat, dan ketika ada persoalan di lapangan kita harus tahu siapa yang bisa langsung bergerak," ujarnya.


Ia berharap kegiatan capacity building tersebut tidak berhenti hanya pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman para anggota TPID.


Lebih dari itu, Rico meminta seluruh peserta mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi komitmen dan langkah nyata dalam menghadapi dinamika ekonomi.


Anggota TPID, menurutnya, harus semakin peka dalam membaca pergerakan harga, mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak dini, serta cepat mengambil langkah bersama ketika ditemukan persoalan di lapangan.


"Pada akhirnya, yang kita jaga bukan sekadar angka inflasi, tetapi daya beli, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan," pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Medan Reza Hanafi melaporkan bahwa kegiatan capacity building tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota TPID dalam menghadapi dinamika inflasi dan deflasi.


Selain membahas berbagai faktor yang memengaruhi perubahan harga, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap strategi pengendalian yang dapat diterapkan di lapangan.


Menurut Reza, stabilitas harga merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan iklim perekonomian yang kondusif.


Kegiatan tersebut mengusung tema "Penguatan Sinergi dan Kapasitas Anggota TPID Kota Medan dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat."


Capacity building menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia yang menyampaikan materi bertajuk "Menjaga Stabilitas, Menguatkan Ekonomi: Analisis Inflasi dan Kondisi Perekonomian Kota Medan."


Selain itu, Dr. Ade Gunawan, S.E., M.S. membawakan materi mengenai "Strategi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi, Studi Kasus: Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara."

Narasumber lainnya, Tutut Tiana, turut memberikan materi terkait penguatan kapasitas dan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah.


Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BPS Kota Medan, kalangan akademisi, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta unsur dunia usaha.


Melalui penguatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor, TPID Kota Medan diharapkan semakin siap menghadapi perubahan harga dan dinamika ekonomi, sehingga stabilitas harga serta daya beli masyarakat dapat terus terjaga. (SL)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles