Wagub Sumut Surya Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias, Perkuat Ekonomi dan Pariwisata

Daerah 03 Sep 2026 21:05 4 min read 160 views By Admin

Share berita ini

Wagub Sumut Surya Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias, Perkuat Ekonomi dan Pariwisata
Wagub Sumut Surya Dorong Garuda Buka Kembali Rute Kualanamu-Nias, Perkuat Ekonomi dan Pariwisata

RAKYAT BERSUARA NEWS.ID - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya mendorong maskapai Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan langsung dari Bandara Internasional Kualanamu menuju Bandara Binaka, Gunungsitoli, Nias.


Pembukaan kembali rute tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas Kepulauan Nias dengan wilayah lainnya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang investasi di kawasan kepulauan tersebut.


Dorongan itu disampaikan Surya saat menerima kunjungan Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro beserta jajaran di ruang kerjanya, Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (3/9/2026).


Menurut Surya, ketersediaan akses transportasi udara menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat perkembangan sebuah daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata dia, ingin memastikan daerah-daerah yang masih membutuhkan percepatan pembangunan memperoleh konektivitas yang semakin baik.


"Kalau bisa ada penerbangan Kualanamu-Nias. Kita ingin mengangkat daerah-daerah yang masih tertinggal. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya penerbangan ke daerah tersebut," kata Surya.


Ia mengatakan, Kepulauan Nias masih menghadapi sejumlah tantangan pembangunan, termasuk persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Karena itu, Pemprov Sumut mendorong pembangunan yang lebih fokus dan merata, terutama bagi wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.


Surya berharap upaya percepatan pembangunan tersebut dapat menghasilkan perubahan signifikan dalam beberapa tahun mendatang.


"Kita ingin pembangunan difokuskan ke daerah-daerah yang membutuhkan. Harapannya pada 2027-2028 di Sumatera Utara tidak ada lagi daerah yang tertinggal," ujarnya.


Menurut Surya, pembukaan kembali penerbangan langsung Kualanamu-Nias tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat.


Konektivitas udara yang lebih baik juga diyakini mampu menjadi pintu masuk bagi meningkatnya aktivitas ekonomi, kunjungan wisatawan, hingga investasi.


Dengan akses yang semakin terbuka, potensi Kepulauan Nias di sektor pariwisata dan ekonomi diharapkan dapat berkembang lebih optimal.


"Penambahan rute dari Medan ke daerah-daerah di Indonesia akan berdampak pada investasi. Sumut akan semakin banyak memiliki peluang investasi di luar Jawa," katanya.


Selain mendorong pembukaan kembali rute penerbangan, Surya juga meminta Garuda Indonesia turut mengambil peran dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi Sumatera Utara kepada masyarakat yang lebih luas.


Menurutnya, promosi daerah dapat dilakukan melalui berbagai layanan penerbangan, termasuk memperkenalkan musik tradisional, kuliner, dan kekayaan budaya khas Sumatera Utara kepada para penumpang.


Surya mencontohkan bagaimana sejumlah maskapai memperkenalkan identitas daerah melalui musik maupun sajian makanan dalam perjalanan udara.


Hal serupa, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk memperkuat promosi produk dan kebudayaan Sumatera Utara.


"Kita ingin musik Batak dan musik khas daerah Sumatera Utara bisa lebih diperkenalkan. Begitu juga makanan daerah. Ini bisa menjadi bagian dari promosi produk daerah," ujarnya.


Wagub berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Garuda Indonesia dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung peningkatan konektivitas antardaerah.


Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu memberikan kemudahan mobilitas, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai aktivitas dan tugas di sejumlah wilayah.


Sementara itu, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro menyambut positif berbagai masukan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


Ia mengatakan, Garuda Indonesia siap mendukung pengembangan konektivitas penerbangan dari Sumatera Utara.


Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengembangkan jaringan dan rute penerbangan. Saat ini, Garuda Indonesia melayani tujuh penerbangan dari Medan.


Selain itu, maskapai Citilink juga melayani sejumlah rute dari Medan menuju berbagai daerah. Namun demikian, Thomas mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan jaringan penerbangan, salah satunya keterbatasan armada.


Dari sekitar 140 pesawat yang dimiliki Garuda Indonesia, sebagian armada masih menjalani proses perawatan dan perbaikan.


"Masukan-masukan yang disampaikan menjadi bahan bagi kami. Bersama tim, kami akan mencari solusi untuk pengembangan rute dan konektivitas dari Medan," ujarnya.


Dalam pertemuan tersebut, Wagub Sumut turut didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumut Nubaiti Harahap, Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut Rochani Litiloly, serta Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Dedi Arian Rizki Siregar.


Turut hadir Strategic Management Office Expert for JKTDU Makiyah Rachmawati, General Manager Garuda Indonesia Medan Bobby Pratama Saragih, serta jajaran Garuda Indonesia Medan.


Dorongan pembukaan kembali rute Kualanamu-Nias tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara Sumatera Utara, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan pariwisata Kepulauan Nias. (SL)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles