Bupati Deli Serdang Soroti Penurunan Jumlah Santri, Pesantren Didorong Perkuat Mutu dan Daya Saing
RAKYATBERSUARANEWS.ID | BERINGIN - Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menyoroti penurunan jumlah santri setiap tahun dan mendorong pesantren meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab harapan orang tua sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompetitif di berbagai sektor.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka perlombaan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pesantren At-Tibyan, Kecamatan Beringin, Rabu (14/10/2026).
Dari 73 pesantren yang tercatat di Kabupaten Deli Serdang, sebanyak 54 pesantren mengikuti rangkaian kegiatan HSN 2026. Partisipasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi pesantren untuk menunjukkan keunggulan sekaligus memperkuat kualitas pendidikan, pembinaan karakter, dan kemampuan santri.
Bupati mengajak seluruh peserta mengikuti perlombaan secara serius. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi setiap pesantren untuk menunjukkan potensi dan prestasi santrinya.
"Jadikan rangkaian ini sebagai ajang untuk menunjukkan keunggulan masing-masing pesantren yang ada di Deli Serdang," ujarnya.
Namun, di balik peringatan HSN, Bupati menekankan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan dan daya tarik pendidikan pesantren. Penurunan jumlah santri yang disorotnya menjadi perhatian agar lembaga pendidikan keagamaan tersebut terus berbenah dan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan generasi muda.
Ia menegaskan, lulusan pesantren harus memiliki bekal yang memadai untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Pendidikan pesantren, menurutnya, perlu mempersiapkan santri agar dapat berkiprah di berbagai bidang, tidak terbatas pada lingkungan keagamaan.
"Pesantren harus bisa mewujudkan impian orang tua terhadap anak-anaknya. Lulusan pesantren harus mampu beradaptasi dan berkiprah di berbagai sektor, baik pemerintahan, kesehatan, ketahanan dan keamanan, maupun bidang lainnya," tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa pembentukan karakter dan pencapaian cita-cita santri membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pesantren. Proses pendidikan, kata dia, harus disertai pendampingan yang mampu memperkuat kesiapan fisik, mental, serta pengetahuan santri untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
"Anak-anak yang sudah menetapkan cita-citanya harus dibimbing dengan baik. Siapkan fisik, mental, dan pengetahuan mereka agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang diinginkan," tambahnya.
Dari sisi kebijakan, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah mengesahkan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Regulasi tersebut menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pesantren sesuai kewenangannya.
Bupati menyebut Deli Serdang sebagai satu-satunya kabupaten di Sumatera Utara yang telah mengesahkan peraturan daerah tersebut. Ia berharap regulasi itu dapat memperkuat kolaborasi pemerintah daerah dan pesantren dalam membangun sumber daya manusia.
"Pesantren memiliki potensi besar dalam mencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, perlu dukungan dan kolaborasi agar santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki pengetahuan, mental, dan kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan," ujarnya.
Tantangan berikutnya adalah memastikan dukungan kebijakan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan dan pembinaan santri. Dengan demikian, pesantren tidak hanya mampu mempertahankan perannya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan siap menghadapi persaingan di masa depan.(SL)
(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Related Articles