Wabup Deli Serdang Dorong Hilirisasi Bambu, Bidik Peluang Ekonomi Berbasis Lingkungan

Daerah 14 Oct 2026 19:53 • 2 min read • 2 views • By Admin

Share berita ini

Wabup Deli Serdang Dorong Hilirisasi Bambu, Bidik Peluang Ekonomi Berbasis Lingkungan
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, membahas peluang pengembangan dan hilirisasi bambu bersama Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Arida Susilowati. Pengembangan komoditas ini diharapkan membuka sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian hutan. (Foto: Diskominfostan Deli Serdang)

RAKYATBERSUARANEWS.ID | LUBUK PAKAM - Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong pengembangan bambu sebagai komoditas ekonomi produktif yang berpotensi membuka sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat sekaligus mendukung pelestarian hutan. Pengembangannya diarahkan tidak sekadar pada penanaman, tetapi juga pengolahan menjadi produk bernilai tambah.


Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, saat menerima audiensi Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Arida Susilowati, di Kantor Bupati Deli Serdang, Rabu (14/10/2026).


Pertemuan itu membahas peluang pengembangan bambu, rencana penanaman pohon, serta penjajakan kerja sama untuk mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.


Lom Lom menilai, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan membutuhkan alternatif mata pencaharian agar tekanan terhadap sumber daya hutan, terutama akibat ketergantungan pada penebangan kayu, dapat dikurangi.


Menurutnya, pengembangan bambu perlu dilakukan secara terencana, mulai dari pemilihan jenis yang sesuai dengan karakteristik lahan hingga pendampingan teknis bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, budidaya bambu diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.


"Potensi bambu perlu kita kembangkan agar masyarakat memiliki sumber penghasilan alternatif sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan USU, Prof. Arida Susilowati, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.Kerja sama tersebut diperlukan agar hasil penelitian dan pengembangan teknologi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.


Dalam audiensi itu, turut dibahas rencana kolaborasi Fakultas Kehutanan USU dengan PT Adi Askara Bumi (AAB), anak perusahaan Pertamina Foundation, melalui kegiatan penanaman pohon yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026 di Kampus II USU, Kwala Bekala, Kecamatan Pancur Batu.


Selain penanaman, pembahasan juga mencakup peluang pengembangan bambu bersama mitra dari Inggris. Komoditas tersebut dijajaki untuk diolah menjadi biochar, minyak hasil pengolahan, hingga sumber energi listrik.


Pengembangan produk turunan itu membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bambu, yang selama ini potensinya tidak hanya terletak pada bahan baku, tetapi juga pada kemungkinan pengolahan dan pemanfaatannya untuk berbagai kebutuhan.


Namun, realisasi peluang tersebut membutuhkan kajian teknis, model usaha yang layak, dukungan investasi, serta keterlibatan masyarakat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.


Pemkab Deli Serdang berharap sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dapat ditindaklanjuti melalui program konkret. Dengan demikian, pengembangan bambu tidak berhenti pada wacana kerja sama, tetapi mampu membuka peluang usaha, memperkuat ekonomi masyarakat, dan mendukung pelestarian lingkungan. (SL)



(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Rakyat Bersuara News

Recent Articles

Popular Articles